Berita yang masih hangat di bicarakan datang dari pemain berusia 41 tahun, walaupun sudah berusia kepala empat namun pria berwajah ganteng ini, Gianluigi Buffon diberitakan sudah jatuh hati kepada Juventus mantan klubnya. Bahkan dikatakan sudah tak bisa diukur lagi. Bahkan, ayah dari 3 anak laki-laki ini sampai menolak tawaran bermain di Premier League serta rela mendapatkan gaji yang jauh lebih kecil dari PSG klub sebelumnya yang ia bela.

Pada bulan Juni yang lalu, Buffon memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Paris Saint-Germain. Dan pada hari Kamis tanggal 4 Juli 2019 kemarin, ia secara resmi kembali menjadi milik mantan klub yang membesarkan namanya, yaitu Juventus.

Mungkin itu adalah pilihan yang mudah baginya. Buffon berkarir selama 17 tahun bersama sang juara Serie A tersebut. Sehingga tawaran dari Bianconeri dianggap tak perlu dipertimbangkan secara sulit karena memang ia sudah jatuh hati dengan mantan klubnya.

Belum lagi dengan fakta bahwa usia Buffon sudah sangat senja sehingga buat sebagian orang, ia di nilai tidak akan diterima di klub lain. Namun ternyata semua anggapan itu salah, sebab sang agen mengatakan bahwa Buffon telah menerima banyak tawaran namun karena ia sudah ingin kembali jadi setiap tawaran itu tidak banyak yang bicarakan.

“Dia mendapatkan banyak tawaran, terutama dari Premier League dan klub besar lainnya,” tutur sang agen, Silvano Martina, kepada media asal Inggris bernama Daily Mail.

“Saya tak ingin menyebutkan nama, itu bukanlah gaya saya tapi saya pikir anda tak mengalami masalah untuk memahami [siapa yang menawari Buffon], lanjutnya.

Rela Potong Gaji Demi Kembali

Buffon menerima tawaran kembali kontrak Juventus yang berdurasi satu tahun dengan bayaran 1,5 juta euro. Nilai tersebut jauh dari apa yang mantan kiper Timnas Italia tersebut dapatkan selama bersama Paris Saint-Germain yang hanya mendapatkan, 4,5 juta euro.

Itu adalah penurunan yang terjadi cukup besar dari segi pendapatan, dan Buffon tidak mempermasalahkan hal tersebut. Martina melanjutkan bahwa Buffon tak pernah membuat keputusan berdasarkan dompetnya semata, melainkan juga dengan pertimbangan hati.

“Buffon selalu membuat keputusan dengan hatinya dan tak pernah dengan dompetnya. Anda bisa mengibaratkan kepulangannya seperti seorang suami yang habis berpetualang dan sudah tidak sabar untuk memeluk istrinya lagi,” tambahnya.

“Kecintaan Buffon terhadap Juventus sangatlah kuat. Turin adalah rumahnya, ini sangatlah penting bahkan bagi keluarganya juga. Semuanya tinggal diu Turin dan pada umur ke-41 tahun, kehadiran keluarga sangatlah penting,” tandasnya.