Petunjuk Yang Kuat Akan Perpisahan Mauro Icardi dan Inter Milan

Perpisahan yang ditunjukkan dari Mauro Icardi dan Inter Milan sepertinya memang tidak bisa terhindarkan. Berita terkini yang di beritakan yaitu apa yang dilakukan Suning Group memberi kode yang sangat kuat.

Seperti dilansir Football Italia dan salah satu website judi online, Suning Group sekarang tidak lagi menggunakan Icardi sebagai ‘wajah’ di situs resmi mereka. Suning Group, selalu menjadi tanggung jawab Inter, mengganti Icardi dengan bek sayap yaitu Danilo D’Ambrosio di kandang promosi mereka.

Icardi juga tak dimasukkan dalam presentasi poster untuk pertandingan Inter melawan Juventus di International Champions Cup. Ini semakin membuat publik juga berfikiran meyakini bahwa Inter sudah siap berpisah dengan Icardi.

Icardi Menghilang

Icardi juga tak termasuk dalam sejumlah foto pilihan di Twitter resmi Inter untuk memperkenalkan jersey terbaru mereka.

Jelang ICC musim panas mendatang, pemain-pemain Inter yang ‘dipakai’ untuk promosi adalah Lautaro Martinez dan Milan Skriniar.

Untuk hal seperti ini, biasanya Icardi selalu disertakan. Namun kali ini tidak.

Hubungan Icardi dan Inter retak sejak beberapa bulan terakhir, bahkan telah berujung pada pencopotan ban kapten. Sang istri sekaligus agen Wanda Nara disebut-sebut sebagai akar dari masalah.

Icardi lantas dikait-kaitkan dengan Juventus dan Real Madrid.

Lalu kira-kira klub mana yang akan diperkuat Icardi musim depan? Itu masih sulit dijawab. Namun yang sudah hampir pasti, dia tidak akan lagi bermain dengan seragam Inter Milan.

Saat Final Liga Champions, Ternyata Bek Tottenham Yang Satu Ini Sedang Tonton Video Sergio Ramos

Bek Tottenham yang satu ini Davinson Sanchez, mempunyai kebiasaan tersendiri yang unik saat menyiapkan diri jelang laga final Liga Champions. Sanchez membuka rahasiannya bahwa ia sering menyaksikan video pertandingan Sergio Ramos.

Nyatanya Tottenham berhasil dan akan memulai sejarah pengalaman baru di final Liga Champions pada musim 2018 dan 2019 tahun ini. Yang akan siap menjadi lawan Spurs adalah Liverpool. Laga final akan digelar di Stadion Wanda Metropolitano, dilaksanakan pada hari minggu tanggal 2 juni 2019 bulan depan.

Ini adalah final pertama yang dicapai oleh Spurs dalam sejarah klub. Sementara, bagi klub Liverpool, ini merupakan sudah kesembilan kali berlaga di final. Laga terakhirnya itu mereka berhasil kerjakan pada musim tahun 2017 dan 2018 dua tahun lalu.

Pada sejarah final edisi musim lalu ini, sangat di sayangkan kekalahan harus di dapatkan Liverpool dengan perolehan skor 1-3 dari Real Madrid. Dan ternyata, laga ini menjadi pegangan tersendiri bagi Sanchez. Dia mengikuti contoh dan mempelajari cara bermain Sergio Ramos yang mampu menunjukkan kemampuan serangan pada The Reds.

“Saya menonton video, sulit untuk bisa dipercaya melihat cara Sergio Ramos bertahan. Dia punya karakter yang Anda butuhkan untuk bermain di posisi itu,” ucap Sanchez dikutip dari The Mirror.

Ramos memang menjadi pemain yang mempunyai peran yang aktif pada laga final musim lalu. Ramos yang bermain di tim Real Madrid ini mampu membuat Mohamed Salah meninggalkan lapangan lebih cepat karena cedera bahu. Pada akhirnya, momen ini menjadi sangat penting dan panas bagi duel kedua tim.

Yakin Dan Optimis Satu Kata, Bisa Menang!

Bagi Davinson Sanchez, tidak ada hal lain yang dipikirkan oleh para pemain Spurs pada laga final nanti. Hanya ada satu fokus keyakinan dan optimis bahwa tim bisa meraih kemenangan dan menjadi juara. Spurs harus optimis bisa meraihnya.

Mantan pemain Ajax ini juga berharap agar Spurs bisa memulai laga dengan baik. Mereka sangat berjuang keras untuk tidak mau berada dalam ancaman Liverpool yang secara dari sejarah pengalaman sangat mempunyai kemampuan berlaga di final lebih baik dari para pemain Spurs.

“Final adalah tentang kemenangan. Anda tidak bisa menunggu momen untuk menampilkan yang terbaik atau membuat lawan menampilkan sepak bola terbaiknya,” ucap Davinson Sanchez.

“Kami akan memulai laga dengan agresif. Final memang seperti itu. Semua orang ingin meraih gelar juara. Jika Anda harus berduel, maka Anda harus melakukannya. Sepak bola bukan hanya tentang mengambil bola dan menyapu bola dengan benar,” tegas pemain 22 tahun tersebut. Spus sendiripun mampu masuk ke final dengan catatan yang mengesankan dan membuat cerita sejarah baru. The Lily White mampu menyisihkan Borussia Dortmund, Manchester City dan Ajax Amsterdam pada babak gugur untuk meraih satu keberhasilan di laga final.

Barcelona vs Valencia, Bagaimana Caranya Los Che Akan Memberhentikan Messi?

Valencia yang juga dikabarkan akan mempertahankan juara bertahan Barcelona di final Copa del Rey pada tahun 2018/2019 tahun ini, pada hari minggu tanggal 26 mei 2019. Sementara itu pelatih Los Che Marcelino mengakui bahwa Barcelona lebih diharapkan menjadi pemenang. Seperti yang di ketahui salah satu alasannya, yaitu adanya Lionel Messi di skuat mereka menjadi kunci tim.

Di La Liga musim ini, sudah ada dua pertemuan mereka semuanya dengan akhir yang seimbang, yakni 1-1 di depan para pendukung Valencia dan 2-2 di markas Barcelona. Tiga gol Barcelona dalam dua pertemuan itu semuanya didapatkan oleh Messi, sedangkan tiga gol Valencia dicetak oleh tiga pemain yaitu Kevin Gameiro, Dani Parejo dan Ezequiel Garay.

Messi sudah berhasil membahwa hasil dengan mencetak 27 gol dalam 32 penampilan melawan Valencia di semua ajang. Messi juga menghasilkan sebuah karya yaitu delapan gol dan satu assist dalam sepuluh penampilan terakhirnya untuk Barcelona.

Siapa yang tidak kenal pemain yang satu ini, Messi bisa dibilang menjadi ancaman terbesar buat Valencia. Messi harus dihentikan jika Valencia ingin punya peluang menang dan menjadi juara. Lalu bagaimana mereka akan melakukannya ya?

Marcelino sendiri mengungkapkan bahwa itu adalah tantangan yang tidak mudah. Kebanyakan pelatih belum berhasil menemukan cara bagaimana menghentikan Messi.

“Kebanyakan pelatih tak tahu caranya [menghentikan Messi],” kata Marcelino dalam konferensi pers pralaga, seperti yang dikutip Marca.

Besar Harapan Messi Istirahat

“Kami akan melakukan perlawanan seperti apa yang selalu kami lakukan” lanjut Marcelino. “Berusaha membatasi turut berperannya ia di area-area kunci di atas lapangan.”

“Selain itu, ia juga tetap manusia biasa yang mempunya kekurangan juga, dimana ada juga hari saat dia tak berada dalam performa terbaik, dan kami harus memanfaatkannya.”

Ia Tidak Bisa Gerak Cepat

Seperti yang sudah di lihat dari sejarah yang ada, Barcelona memiliki lebih banyak mencetak pengalaman di final daripada Valencia. Namun Marcelino percaya dan yakin bahwa itu bukanlah suatu hal yang sulit, dan Valencia bisa mengatasinya dengan permainan sepenuh jiwa.

“Kami mungkin kalah pengalaman, tapi kami punya jiwa besar. Di sisi itu, saya percaya kami bisa menandingi mereka,” tegasnya.

Kegagalan Barcelona Untuk Membawa Matthijs De Ligt?

Berita heboh yang beredar dan belum terungkap faktanya tentang bergabungnya Matthijs De Ligt ke Barcelona dimana musim depan mempunyai peluang besar bertemu dengan kegagalan. Juara La Liga itu dikabarkan semakin kesulitan untuk mendatangkan bek Ajax Amsterdam itu di musim panas nanti.

De Ligt dipastikan akan menjadi bahan panas di bursa transfer musim panas ini. Penampilan impresifnya bersama Ajax membuatnya menjadi target tim-tim elit Eropa di bursa transfer yang akan datang.

Namun saat sejak awal 2019 kemarin, Barcelona menjadi sorotan yang diberitakan berhasil sebagai tim terdepan untuk mendatangkan De Ligt. Mereka disebut sudah melakukan pendekatan yang intensif agar bek usia 19 tahun itu dapat merapat ke Camp Nou.

Dikutip dari berita Sport, Barcelona sudah bukan menjadi tim terdepan utnuk mendatangkan De Ligt. Mereka juga dikabarkan mempunyai peluang kehilangan sang bek ini pada musim panas nanti.

Faktor Perusahaan Awal

Menurut laporan yang sudah di kumpulkan, kegagalan Barca untuk mendatangkan De Ligt dikarenakan mereka belum mau membayar tuntutan yang di ajukan oleh sang agen, Mino Raiola.

Raiola diberitakan menuntut komisi yang besar untuk transfer De Ligt. Pemimpin perusahaan tersebut dikabaran ingin membayar sebesar 15 juta pounds sebagai bayaran jeri lelahnya karena sudah melancarkan jalannya transfer De Ligt ke Camp Nou.

Namun yang terjadi, pihak Barcelona menolak tuntutan Raiola itu karena mereka menilai angka itu terlalu besar dan tidak sesuai untuk komisi bagi seorang pemegang perusahaan. Untuk itu Raiola dikabarkan sekarang lebih memprioritaskan kliennya pindah ke Klub lain.

Berkemas ke Inggris

Berita yang beredar menyatakan kesimpulan bahwa Raiola mengarahkan De Ligt untuk langsung berkemas segera ke Inggris untuk bergabung dengan Manchester United.

Beda lain halnya dengan Barcelona, Manchester United tidak mengejar dengan adanya tuntutan komisi Raiola tersebut. Mereka dikatakan siap untuk membayar penuh tuntutan Raiola di bursa transfer musim panas nanti.

Tidak hanya itu, mereka katakan juga siap memberikan gaji yang lebih besar kepada sang bek yang satu ini agar ia mau dan siap untuk menunjukkan kebolahannya bermain di Inggris pada musim depan.

Selesai Final UCL, Apakah Christian Eriksen Sah Memakai Kostum Real Madrid?

Rencana tujuan mengenai masa depan Christian Eriksen itu sepertinya yang terlihat akan segera berakhir. Playmaker Tottenham Hotspur itu dikabarkan akan pindah ke Real Madrid setelah Final Liga Champions selesai yang akan dilaksanakan pada musim ini.

Berita yang beredar tentang kepindahan Eriksen ke Real Madrid pada aslinya bukanlah berita baru. Setidaknya dalam dua tahun terakhir, pemain Timnas Denmark itu selalu diberitakan akan membawa gelar di Los Blancos yang baru.

Beberapa berita sosial media sudah memberitakan bahwa Eriksen akan menjadi milik Real Madrid di musim panas ini. Tidak terlepas dari hal itu mengingat kontrak Eriksen di London Utara akan berakhir tepatnya pada musim panas tahun 2020 yang akan datang nanti, sehingga Tottenham harus merelakan menjualnya jika tidak ingin kehilangan sang playmaker karena hal yang tidak jelas pada musim depan.

Seperti yang sudah dilansir El Chiringuito, Eriksen kemungkinan besar sudah mulai berkemas dari London Utara. Ia diberitakan dalam waktu dekat ini akan hangkang ke Santiago Bernabeu.

Kesepakatan Sudah Didapatkan

Beberapa laporan itu mengatakan bahwa pihak Real Madrid dan Tottenham Hotspur disebut sudah mencapai kesepakatan untuk melakukan transaksi jual beli Eriksen di musim panas nanti.

Eriksen dikabarkan sudah mencapai berhasil soal kesepakatan personal dengan Real Madrid. Ia sudah menyepakati besaran dan durasi kontraknya di Bernabeu.

Pihak Real Madrid juga sudah menyepakati tarif transfer Eriksen. Walaupun berita yang beredar itu tidak dijelaskan dengan detail berapa nominal yang harus dikeluarkan Madrid, namun diperkirakan Los Blancos harus membayar sekitar 60 juta Euro untuk mendatangkan Eriksen. Sungguh tarif yang lumayan besar yang bisa di dapatkan untuk eriksen.

Mengajukan Untuk Di Hentikan

Menurut beberapa laporan bahwa Real Madrid seharusnya sudah bisa mendatangkan Eriksen ke Bernabeu pada minggu ini. Namun ternyata sang pemain mempunyai permintaan untuk menghentikan dan di atur kembali waktu kepindahannya tersebut.

Banyak orang yang mengatakan bahwa ia ingin berkonsentrasi untuk final Liga Champions musim ini. Ia mempunyai tekad yang kuat untuk membawa The Lillywhites mengalahkan Liverpool di tempat berkumpulnya para pemain tepatnya di Wanda Metropolitano. Berita tersebut menyatakan bahwa Eriksen baru akan pindah sekitar satu minggu setelah terlaksananya Final Liga Champions.